Rabu, 26 Mei 2010

Banyak Tahi Lalat Memperlambat Penuaan


Oleh: Merry Wahyuningsih - DetikHealth

Orang yang punya banyak tahi lalat mungkin sedikit merasa tidak nyaman karena tahi lalat merusak kemulusan kulitnya. Tapi sebenarnya punya banyak tahi lalat adalah keberuntungan, karena tahi lalat dapat memperlambat usia dan membuat orang awet muda.

Hal ini berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan ilmuwan di Inggris, yang menunjukkan bahwa tahi lalat berhubungan dengan usia. Orang yang punya banyak tahi lalat kecil kemungkinan mengalami penyakit yang berhubungan dengan usia, seperti penyakit jantung dan osteoporosis.

Pada sebuah penelitian yang dilakukan selama 10 tahun terhadap 1.800 orang kembar, peneliti dari University of London's King's College menemukan bahwa orang dengan lebih dari 100 tahi lalat akan memiliki usia biologis 6 sampai 7 tahun lebih muda ketimbang orang dengan kurang dari 25 tahi lalat.

Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Cancer Epidemiology Biomarkers & Prevention.

Peneliti memperkirakan usia dengan menggunakan panjang telomere. Telomere adalah kumpulan DNA yang ditemukan di ujung kromosom dalam semua sel dan membantu melindungi, replikasi, dan menstabilkan ujung kromosom.

Peneliti mengatakan bahwa telomere seperti ujung plastik pada tali sepatu. Telomere ini mencegah kromosom berakhir dari jumbai dan menempel satu sama lain.

Tahi lalat biasanya muncul pada masa kanak-kanak dan menghilang ketika menginjak setengah baya. Tahi lalat dapat bervariasi secara signifikan dalam jumlah maupun ukuran. Ilmuwan tidak mengetahui alasan mengapa ada perbedaan ini, bahkan juga fungsi tahi lalat itu sendiri.

"Hasil penelitian ini sangat menarik karena menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa orang dengan tahi lalat memiliki sedikit risiko peningkatan melanoma, dan di sisi lain mendapatkan manfaat dari tingkat penunda penuaan," ujar pemimpin penelitian Dr Veronique Bataille, seperti dilansir dari CBC, Rabu (26/5/2010).

Dr Bataille juga menuturkan bahwa tahi lalat memiliki sedikit kerentanan terhadap penyakit yang berhubungan dengan usia, seperti penyakit jantung dan osteoporosis. Tapi masih diperlukan studi lebih lanjut untuk mengkonfirmasikan temuan tersebut.

Temuan ini menunjukkan orang dengan tahi lalat lebih banyak mungkin memiliki penundaan usia alias awet muda, karena orang yang banyak tahi lalat memiliki telomere yang lebih panjang dan muncul untuk dapat memperlambat jalannya usia.

Sebaliknya, orang dengan telomere lebih pendek memiliki tahi lalat lebih sedikit dan tampaknya jalannya usia akan lebih cepat, yang mungkin mempercepat penuaan.

"Kami sekarang berencana melihat lebih rinci pada gen yang mempengaruhi jumlah tahi lalat dan melihat apakah tahi lalat itu juga memperlambat proses penuaan pada umumnya. Kami akan memeriksa tingkat penuaan di kulit, otot, dan tulang dalam kelompok-kelompok orang berbeda sesuai dengan jumlah tahi lalat yang dimilikinya," ujar Tim Spector, coordinator penulis penelitian.

Tidak ada komentar: