Minggu, 21 Juni 2009

PERAN PERAWAT DALAM PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI DI RUANG BERSALIN IRNA KEBIDANAN RSUD PALEMBANG BARI PADA JULI 2008

Nurna Ningsih, Yeni Fuspita* Ismar Agustin**

 

* Program Studi Ilmu Keperawatan FK UNSRI Palembang

** Politeknik Kesehatan Departemen Kesehatan Palembang

 

Abstrak

IMD adalah bayi mulai menyusu sendiri segera setelah lahir dengan cara ketika bayi lahir, tali pusat bayi dipotong dan tubuh bayi hanya dikeringkan kecuali bagian tangan, tanpa dimandikan bayi langsung diletakkan pada dada ibu agar bayi mencari sendiri puting ibunya ( merangkak mencari payudara ) hingga akhirnya mulai menyusu. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan salah satu cara untuk menurunkan Angka Kematian Bayi ( AKB ) usia 28 hari yang masih tinggi sebesar 22%. Namun, praktik IMD khususnya di Indonesia masih sangat rendah. Menurut Survey Demografi Kesehatan Indonesia ( SDKI ) 2002, IMD di Indonesia hanya sebesar 3,7%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam peran tenaga keperawatan dalam pelaksanaan IMD di ruang bersalin IRNA Kebidanan RSUD Palembang BARI. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif ( participan observation ) dan wawancara mendalam ( indepth interview ). Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang yang terdiri dari : Ka. SMF Anak dan Kepala Ruangan Neonatus RSUD Palembang BARI, 3 orang tenaga keperawatan pelaksana, dan 3 orang ibu post-partum. Penelitian ini dilakukan di ruang bersalin IRNA Kebidanan RSUD Palembang BARI dari minggu pertama hingga minggu ketiga Juli 2008.Hasil penelitian menunjukkan program IMD telah dilaksanakan di ruang bersalin IRNA Kebidanan RSUD Palembang BARI, namun pelaksanaannya belum optimal serta masih adanya kekeliruan seperti : bayi dibantu dalam mencari puting susu ibu, IMD dilakukan sangat singkat hanya sampai plasenta lepas sehingga bayi belum sempat menemukan puting susu dan juga bayi dibungkus dengan popok. Terkait pelaksanaan IMD ini, tenaga keperawatan telah melaksanakan perannya sebagai pelaksana ( caregiver ), tetapi perannya sebagai pendidik (educator) belum dilaksanakan. Berdasarkan hasil penelitian ini, untuk mengoptimalkan dan meminimalkan kekeliruan pelaksanaan IMD disarankan agar pihak RS atau bagian yang bertanggung jawab mensosialisasikan tentang IMD untuk menyampaikan kembali tentang prosedur pelaksanaan IMD yang benar kepada bidan dan perawat yang terkait, dan kepada tenaga keperawatan agar lebih memaksimalkan perannya baik itu sebagai pendidik ataupun pelaksana demi menunjang pelaksanaan IMD pada ibu dan bayi.
Kata Kunci : ASI Eksklusif, Breastfeeding

Tidak ada komentar: